Out of stock artinya kondisi ketika barang yang dicari pembeli tidak tersedia di gudang, toko, atau lapak online karena persediaannya telah habis terjual. Situasi tersebut tampak sepele, padahal efeknya bisa menjalar ke penjualan, reputasi, hingga hubungan dengan pelanggan.

Bagi pelaku bisnis, pengelola logistik, dan online seller, stok kosong di waktu yang salah berarti pesanan melayang dan biaya iklan terbuang. Ulasan berikut membahas penyebab, dampak, rumus perhitungan, serta cara mencegahnya dari sisi inventaris dan pengiriman.

 

Apa Itu Out of Stock (OOS)

Out of stock sering disingkat menjadi OOS. Istilah itu dipakai ketika sebuah produk tidak bisa dibeli karena jumlahnya di tempat penyimpanan sudah nol.

Dalam manajemen persediaan, kondisi yang sama juga disebut stockout. Pembeli dan penjual di marketplace lebih akrab dengan sebutan stok kosong atau stok habis.

Kejadian OOS bisa muncul di titik mana pun pada rantai pasok, mulai dari pabrik, gudang, pusat distribusi, sampai rak toko. Dampaknya paling terasa di titik penjualan, saat pembeli sudah siap membayar tetapi barang tidak ada.

Kondisi tersebut berlaku di toko fisik maupun marketplace. Pada toko online, label stok habis menjadi penanda yang langsung terlihat oleh calon pembeli.

Sebagai contoh, seorang pembeli sudah dua minggu mengincar sebuah tas. Ketika akhirnya siap membeli, tas tersebut kosong di toko offline dan online sekaligus.

Bagi pembeli, kejadian itu menjengkelkan. Bagi penjual, artinya peluang omzet lepas begitu saja.

 

Jenis Out of Stock Berdasarkan Sifat dan Lokasi Kekosongan

Tidak semua stok kosong memiliki penyebab dan penanganan yang sama. Pengelompokan berikut membantu bisnis menentukan langkah yang tepat:

  • Sementara dan permanen, yaitu barang kosong sebentar menunggu pengisian ulang, atau tidak akan dijual lagi karena produksinya dihentikan
  • Total dan sebagian, yaitu seluruh varian produk kosong, atau hanya ukuran, warna, dan tipe tertentu yang habis
  • Kosong di rak tetapi ada di gudang, yaitu barang tersedia, namun belum dipindahkan ke area penjualan atau belum diperbarui di toko online
  • Kosong semu, yaitu sistem mencatat barang tersedia padahal stok fisiknya sudah tidak ada akibat selisih pencatatan

Jenis terakhir paling merugikan karena pembeli sudah memesan sebelum penjual menyadari barangnya tidak ada. Pembatalan sepihak setelahnya langsung memengaruhi penilaian terhadap toko.

 

Penyebab Out of Stock yang Perlu Diwaspadai

Sejumlah faktor bisa memicu stok kosong, dan sebagian besar bersumber dari pengelolaan di internal bisnis. Penyebab yang paling sering ditemukan antara lain:

  • Salah menghitung persediaan sehingga stok fisik lebih sedikit dari catatan
  • Permintaan melonjak pada produk tertentu, misalnya saat promo atau musim belanja
  • Pasokan dari supplier terlambat tiba
  • Modal tunai tidak cukup untuk membeli persediaan baru
  • Gangguan teknis pada sistem pencatatan stok

Gangguan teknis juga patut diwaspadai. Gudang dan pusat distribusi umumnya sudah memakai sistem manajemen inventaris terkomputerisasi, tetapi sistem tersebut tetap bisa bermasalah.

Salah satunya keterlambatan sinkronisasi data. Akibatnya, jumlah barang di layar bisa berbeda dengan jumlah barang yang sebenarnya ada di rak.

Faktor eksternal turut berperan. Keterlambatan kapal, cuaca buruk, atau antrean di pelabuhan dapat membuat barang dari pemasok tiba lebih lambat dari jadwal.

 

Dampak Out of Stock bagi Bisnis dan Online Seller

Stok kosong sesekali masih bisa dimaklumi. Namun jika terjadi berulang-ulang, konsekuensinya menumpuk dan sulit dipulihkan. Dampak yang paling terasa meliputi:

  • Penjualan hilang karena pembeli langsung beralih ke toko lain
  • Citra bisnis menurun karena dinilai tidak bisa diandalkan
  • Pelanggan setia berkurang akibat kecewa berulang kali
  • Performa toko di marketplace ikut turun saat pesanan dibatalkan
  • Biaya iklan terbuang ketika promosi mengarah ke produk yang kosong

Pembeli yang gagal mendapatkan barang jarang bersedia menunggu. Sebagian besar langsung mencari alternatif, dan belum tentu kembali di kemudian hari.

Bagi online seller, efeknya bisa lebih berat. Pembatalan pesanan akibat stok kosong ikut dihitung dalam performa toko, dan pada platform seperti Shopee dapat berujung poin penalti.

Bagi pengelola logistik, stok kosong juga mengacaukan rencana pengiriman. Jadwal muat dan kapasitas armada yang sudah disiapkan terpaksa diubah.

Data dan Temuan Studi tentang Dampak Out of Stock

Skala dampaknya terlihat pada angka global. Studi IHL Group edisi 2025 memperkirakan biaya out of stock di seluruh dunia sekitar 1,2 triliun dolar AS, dengan total distorsi persediaan sekitar 1,77 triliun dolar AS.

Studi yang sama menyebut peritel masih kehilangan sekitar 6,5 persen penjualan global akibat out of stock dan overstock.

Perilaku pembeli ikut memperberat keadaan. Survei DOSS terhadap 1.000 konsumen di Amerika Serikat menemukan 62 persen responden pernah berpindah merek akibat stok kosong, dan 82 persen akan mencoba pesaing jika produk andalannya sering kosong.

Temuan serupa muncul pada AlixPartners Holiday Survey 2024, yaitu dua pertiga responden memilih berbelanja di tempat lain saat barang yang dicari kosong.

Di Shopee, pembatalan pesanan oleh penjual masuk ke perhitungan Tingkat Pesanan Tidak Terselesaikan selama 30 hari terakhir. Melewati batas tertentu, toko menerima poin penalti, dan stok habis disebut sebagai salah satu pemicu pembatalan tinggi.

Sebagian data berasal dari pasar luar negeri, sehingga angka di Indonesia bisa berbeda. Ketentuan platform juga dapat berubah, jadi seller perlu memeriksa kebijakan terbaru.

 

Cara Menghitung Kerugian dari Out of Stock

Kerugian akibat stok kosong bisa diperkirakan dengan rumus sederhana. Perhitungannya mencakup omzet dan laba kotor yang hilang selama barang tidak tersedia:

  • Omzet hilang, yaitu rata-rata penjualan harian dikali jumlah hari kosong, lalu dikali harga jual
  • Laba kotor hilang, yaitu rata-rata penjualan harian dikali jumlah hari kosong, lalu dikali laba kotor per unit

Sebagai contoh, produk berharga Rp150.000 dengan laba kotor Rp45.000 per unit rata-rata terjual 10 unit per hari. Jika kosong selama lima hari, omzet yang hilang mencapai Rp7.500.000 dan laba kotor yang hilang Rp2.250.000.

Angka tersebut masih konservatif. Perhitungannya belum memasukkan pelanggan yang berpindah dan tidak kembali, serta biaya iklan yang tetap berjalan.

 

Cara Mengatasi Out of Stock

Out of stock tidak bisa dihilangkan sepenuhnya, tetapi frekuensinya bisa ditekan lewat pengelolaan yang terencana. Tujuh langkah berikut dapat diterapkan secara bertahap oleh bisnis berskala apa pun.

1. Menilai Jenis dan Kondisi Stok Barang

Langkah pertama adalah menilai stok yang tersedia, termasuk bahan baku bagi bisnis yang membuat produk sendiri. Tanpa bahan baku yang cukup, produksi terhenti dan penjualan ikut tersendat.

Kelompokkan barang berdasarkan perputarannya, misalnya cepat laku, sedang, dan lambat. Metode analisis ABC bisa dipakai untuk menentukan produk mana yang wajib selalu tersedia.

2. Mengidentifikasi Minat Pasar

Riset pasar membantu bisnis mengetahui produk yang masih dicari dan produk yang mulai ditinggalkan. Data penjualan, ulasan pelanggan, dan tren pencarian bisa menjadi bahan pertimbangan.

Pekerjaan tersebut sebaiknya melibatkan tim penjualan, gudang, dan keuangan sekaligus. Satu divisi saja tidak cukup untuk menangkap kondisi pasar secara utuh.

3. Menentukan Jumlah Produk Sesuai Kebutuhan

Setelah minat pasar terbaca, tentukan jumlah persediaan yang masuk akal. Prediksi permintaan yang akurat bisa disusun dari data penjualan beberapa bulan terakhir.

Dua istilah yang berguna adalah safety stock, yaitu cadangan pengaman, dan reorder point, yaitu batas jumlah stok yang memicu pemesanan ulang. Cara menghitung keduanya dibahas pada bagian rumus di bawah.

Dengan perkiraan yang tepat, bisnis tidak perlu menimbun barang berlebihan. Modal pun tidak terkunci di gudang.

4. Mengenali Tingkat Persediaan Secara Akurat

Hitungan persediaan yang meleset menjadi salah satu pemicu terbesar stok kosong. Penyebab utamanya adalah kesalahan manusia saat pencatatan.

Pencatatan manual memang masih rentan salah. Lakukan stock opname secara berkala dan perbarui data setiap kali ada barang masuk atau keluar.

5. Menjaga Kualitas Persediaan

Persediaan yang rusak atau kedaluwarsa sama saja dengan stok kosong, karena barang tersebut tidak layak dijual. Kerugiannya muncul dua kali, yaitu modal terbuang dan peluang penjualan hilang.

Untuk produk makanan atau barang dengan masa simpan terbatas, terapkan metode first in, first out (FIFO). Barang yang masuk lebih awal harus keluar lebih awal.

Kemasan dan penyimpanan yang tepat selama pengiriman juga menentukan kualitas barang saat sampai di gudang.

6. Melacak Inventaris Secara Rutin

Sistem manajemen inventaris modern mampu memperbarui jumlah stok secara real time. Fitur tersebut membantu bisnis mengetahui kapan stok menipis sebelum benar-benar habis.

Sistem itu juga dapat dihubungkan dengan pemindai barcode. Begitu barang tiba di gudang atau pusat distribusi, jumlah stok langsung diperbarui.

7. Menjalin Hubungan Baik dengan Pemasok

Pemasok yang merasa dihargai cenderung lebih fleksibel saat bisnis membutuhkan tambahan barang mendadak. Hubungan baik juga memudahkan negosiasi jadwal dan prioritas pesanan.

Kabari pemasok sejak awal jika volume pesanan akan naik, misalnya menjelang promo besar. Memiliki lebih dari satu pemasok untuk produk andalan juga menekan risiko.

 

Cara Menangani Stok yang Sudah Telanjur Kosong

Pencegahan tidak selalu berhasil, sehingga bisnis perlu punya rencana saat stok telanjur kosong. Langkah berikut dapat dijalankan secara berurutan:

  1. Tandai produk sebagai kosong atau nonaktifkan listing agar tidak ada pesanan baru yang tidak bisa dipenuhi
  2. Periksa pesanan yang sudah masuk, lalu kabari pembeli sejak awal bila barang tidak bisa dikirim tepat waktu
  3. Aktifkan fitur notifikasi stok kembali atau buat daftar tunggu bagi pembeli yang berminat
  4. Tawarkan produk pengganti yang setara, lengkap dengan alasan dan selisih harganya
  5. Buka preorder atau backorder dengan estimasi tanggal kirim yang jujur bila pengisian ulang sudah pasti
  6. Percepat pengisian ulang, misalnya dengan menaikkan moda pengiriman dari laut ke udara untuk barang yang mendesak
  7. Telusuri penyebab kekosongan dan perbaiki titik lemahnya agar tidak terulang

Komunikasi yang cepat sangat menentukan. Survei Lucidworks terhadap pembeli bahan makanan online menemukan 66 persen responden lebih suka diberi tahu lewat email saat barang tersedia kembali, dan sebagian terbuka pada produk pengganti.

Di Indonesia, WhatsApp atau chat marketplace bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang sama. Hindari membatalkan pesanan secara sepihak tanpa penjelasan, karena pembatalan oleh penjual dapat memengaruhi performa toko.

 

Alat Bantu Inventaris dan Sinkronisasi Stok di Beberapa Marketplace

Pencatatan stok manual masih memadai untuk usaha kecil, tetapi risikonya naik seiring bertambahnya produk dan kanal penjualan. Tabel berikut membandingkan pilihan alat yang umum dipakai:

Alat Cocok untuk Kelebihan Kekurangan
Spreadsheet Usaha kecil dengan sedikit produk Murah dan mudah disesuaikan Rawan salah input dan tidak real time
Aplikasi inventaris atau kasir Toko dan seller dengan puluhan hingga ratusan produk Stok terhubung dengan transaksi dan laporan lebih rapi Ada biaya langganan, integrasi tiap platform berbeda
Warehouse management system (WMS) Bisnis dengan gudang sendiri atau volume tinggi Pelacakan lokasi rak, penerimaan, dan pengiriman barang Biaya dan proses penerapan lebih besar
Enterprise resource planning (ERP) Perusahaan berskala besar dengan beragam divisi Menyatukan data stok, keuangan, dan pembelian Paling kompleks dan mahal

Seller yang berjualan di beberapa marketplace menghadapi masalah khusus, yaitu stok yang sama dijual di berbagai tempat. Saat satu pesanan masuk di satu platform, jumlah stok di platform lain harus ikut berkurang agar tidak terjadi penjualan ganda.

Beberapa cara menjaga stok tetap sinkron antarplatform:

  • Jadikan satu catatan stok pusat sebagai sumber data utama
  • Gunakan alat yang terhubung langsung dengan marketplace agar stok diperbarui otomatis
  • Sisihkan stok cadangan pada setiap kanal untuk mengantisipasi jeda sinkronisasi
  • Lakukan pencocokan antara stok fisik dan sistem secara berkala, misalnya mingguan

Beralih ke sistem yang lebih besar layak dipertimbangkan saat selisih stok sering muncul, pesanan dibatalkan karena salah catat, atau waktu tim habis untuk memperbarui angka secara manual.

 

Rumus dan Indikator Persediaan yang Perlu Dipantau

Mencegah stok kosong lebih mudah jika bisnis memantau angka yang tepat dan tahu cara menghitungnya. Tabel berikut merangkum indikator utama beserta rumusnya:

Indikator Rumus Contoh
Stockout rate Jumlah produk kosong dibagi total produk aktif, lalu dikali 100 persen 14 produk kosong dari 200 produk aktif menghasilkan 7 persen
Fill rate Pesanan terpenuhi penuh dibagi total pesanan, lalu dikali 100 persen 950 dari 1.000 pesanan terpenuhi menghasilkan 95 persen
Inventory turnover Harga pokok penjualan dibagi rata-rata nilai persediaan Angka yang lebih tinggi menandakan barang lebih cepat berputar
Lead time Selang waktu dari pemesanan ke pemasok sampai barang diterima Dipesan tanggal 1 dan tiba tanggal 8, berarti lead time 7 hari

Definisi stockout rate dapat berbeda antarperusahaan. Yang utama, rumus yang dipilih dipakai secara konsisten setiap bulan.

Lonjakan stockout rate atau lead time yang memanjang menjadi sinyal awal bahwa pasokan mulai bermasalah.

 

Rumus Safety Stock dan Reorder Point

Safety stock adalah cadangan pengaman untuk menutup lonjakan permintaan dan keterlambatan pasokan. Reorder point adalah jumlah sisa stok yang memicu pemesanan ulang. Rumus sederhana yang bisa dipakai adalah:

  • Safety stock, yaitu permintaan harian tertinggi dikali lead time terlama, dikurangi permintaan harian rata-rata dikali lead time rata-rata
  • Reorder point, yaitu permintaan harian rata-rata dikali lead time rata-rata, ditambah safety stock

Misalkan permintaan harian rata-rata 20 unit dan tertinggi 30 unit, sementara lead time rata-rata 7 hari dan terlama 10 hari. Safety stock menjadi 300 dikurangi 140, yaitu 160 unit.

Reorder point menjadi 140 ditambah 160, yaitu 300 unit. Artinya, bisnis perlu memesan ulang ketika sisa stok menyentuh 300 unit.

Rumus tersebut merupakan pendekatan sederhana. Bisnis dengan data penjualan yang fluktuatif dapat memakai metode statistik yang lebih akurat.

 

Peran Jasa Ekspedisi dan Cargo dalam Menjaga Ketersediaan Stok

Ketersediaan stok juga ditentukan oleh kelancaran pengiriman. Barang yang sudah dipesan dari pemasok belum bisa dijual selama masih berada di perjalanan.

Dari pengalaman MAS Cargo Express mendampingi pengiriman barang milik pelaku usaha dan online seller, keterlambatan muatan menjadi salah satu pemicu stok kosong yang paling sulit diprediksi.

Hal itu terasa pada pengiriman antarpulau, ketika jadwal kapal, cuaca, dan kepadatan pelabuhan memengaruhi waktu tiba.

Perbandingan Moda Pengiriman untuk Pengisian Stok

Pilihan moda memengaruhi waktu tiba, biaya, dan kapasitas muatan. Tabel berikut membandingkan ketiganya secara umum:

Moda Kecepatan Biaya Cocok untuk
Udara Paling cepat Paling tinggi Barang mendesak, bernilai tinggi, atau berukuran kecil
Laut Paling lambat Paling rendah per satuan muatan Barang bervolume besar dan pengiriman antarpulau terjadwal
Darat Menengah, bergantung jarak Menengah Pengiriman dalam satu pulau atau antarkota yang terhubung jalan

Perbandingan tersebut bersifat umum. Waktu dan tarif sebenarnya bergantung pada rute, jadwal, serta layanan yang dipilih.

Memasukkan Lead Time Pengiriman ke Perhitungan Stok

Lead time untuk reorder point sebaiknya mencakup seluruh perjalanan barang, dari pemasok sampai siap dijual. Komponennya meliputi:

  • Waktu pemrosesan pesanan oleh pemasok
  • Waktu pengiriman dari pemasok ke gudang, termasuk jadwal keberangkatan kapal atau pesawat
  • Waktu bongkar muat, pemeriksaan, dan pencatatan barang di gudang

Jika salah satu komponen diabaikan, titik pemesanan ulang menjadi terlalu rendah. Stok baru tiba setelah barang telanjur kosong.

Contoh Skenario Pengiriman Antarpulau

Sebagai ilustrasi, seorang online seller di Sulawesi mendatangkan barang dari pemasok di Pulau Jawa. Pemasok butuh lima hari untuk memproses pesanan, pengiriman lewat laut memakan sepuluh hari, dan pemeriksaan di gudang satu hari.

Lead time total menjadi 16 hari, sehingga reorder point harus dihitung dari angka tersebut. Angka tersebut hanya ilustrasi dan bukan jadwal layanan tertentu.

Jika kapal tertunda tiga hari akibat cuaca, stok yang dipesan tepat pada reorder point akan habis lebih dulu. Seller bisa menutup selisih dengan safety stock lebih besar, atau mengirim sebagian barang lewat udara.

Pilih MAS Cargo Express untuk Layanan Pengiriman Terpercaya

MAS Cargo Express siap menjadi mitra pengiriman bagi pelaku usaha, pengelola logistik, dan online seller yang ingin stoknya tiba tepat waktu. Dengan layanan ekspedisi dan cargo yang terencana, pengiriman mendukung penjualan, bukan menghambatnya. Hubungi MAS Cargo Express untuk berkonsultasi.

 

Perbedaan Out of Stock dengan Understock dan Overstock

Out of stock berkaitan erat dengan dua kondisi persediaan lain, yaitu understock dan overstock. Tabel berikut merangkum perbedaannya:

Kondisi Arti Risiko
Understock Persediaan ada tetapi di bawah kebutuhan permintaan Mudah berujung out of stock
Out of stock Persediaan sudah nol Penjualan hilang dan pembeli berpindah
Overstock Persediaan melebihi kebutuhan penjualan Modal terkunci, biaya gudang naik, dan risiko diskon besar atau kedaluwarsa

Karena itu, tujuan pengelolaan persediaan bukan menimbun sebanyak mungkin, melainkan menjaga jumlah stok tetap seimbang dengan permintaan.

 

Pertanyaan Umum seputar Out of Stock

  • Apa kepanjangan OOS?
    OOS adalah singkatan dari out of stock, yaitu kondisi ketika produk tidak tersedia untuk dibeli karena persediaannya kosong.
  • Apakah barang out of stock akan tersedia lagi?
    Umumnya ya, tetapi tidak selalu. Barang yang kosong sementara akan diisi ulang, sedangkan barang yang dihentikan produksinya tidak akan kembali.
  • Berapa lama barang out of stock berlangsung?
    Tidak ada patokan baku, karena bergantung pada lead time pemasok, jarak pengiriman, dan kecepatan produksi. Barang dari pemasok lokal bisa tiba dalam hitungan hari, sedangkan barang impor atau kiriman antarpulau dapat memakan waktu lebih lama.
  • Apa bedanya out of stock dengan sold out?
    Out of stock berarti barang kosong sementara dan umumnya akan diisi ulang. Sold out berarti seluruh barang sudah terjual dan ada kalanya tidak dijual lagi, seperti produk edisi terbatas.
  • Apa yang bisa dilakukan pembeli saat barang out of stock?
    Pembeli bisa mengaktifkan notifikasi stok kembali, menghubungi penjual untuk menanyakan estimasi, memilih produk pengganti, atau mencari toko lain yang menjual barang yang sama.
  • Apakah stok kosong bisa membuat toko online terkena penalti?
    Bisa, terutama jika penjual membatalkan pesanan karena barang tidak ada. Di Shopee, pembatalan oleh penjual masuk ke perhitungan tingkat pesanan tidak terselesaikan, dan melewati batas tertentu dapat menimbulkan poin penalti. Ketentuan dapat berubah, sehingga seller perlu memeriksa kebijakan terbaru platform.
  • Bagaimana cara menghitung stockout rate?
    Bagi jumlah produk kosong dengan total produk aktif, lalu kalikan 100 persen. Misalnya, 14 produk kosong dari 200 produk aktif menghasilkan stockout rate 7 persen.

 

Referensi

  • https://www.ihlservices.com/product/fixing-inventory-distortion-whos-winning-whos-failing-whats-working/
  • https://chainstoreage.com/survey-out-stocks-often-lead-consumers-switch-brands
  • https://sgbonline.com/study-out-of-stocks-drive-66-percent-of-consumers-to-another-retailer/
  • https://shopee.co.id/inspirasi-shopee/ikuti-cara-ini-untuk-mengatasi-tingginya-pembatalan-dan-pengembalian-pesanan/
  • https://www.supermarketnews.com/grocery-trends-data/online-consumers-want-assistance-with-grocery-out-of-stocks
Rate this post

Perusahaan Telah Percaya dengan Layanan Mas Cargo Express

Review Pelanggan Mas Cargo Express

DMCA.com Protection Status
DMCA.com Protection Status