Seorang pemilik usaha camilan rumahan di Batam pernah mendapatkan pesanan besar dari toko oleh-oleh di Johor Bahru. Ia senang bukan main, sampai akhirnya ia sadar bahwa mengirim ratusan kardus camilan ke Malaysia ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Ada dokumen ekspor yang harus diurus, bea cukai yang harus dilewati, hingga pemilihan moda transportasi yang paling pas untuk barang yang mudah rusak seperti camilan kemasan. Ia bingung harus mulai dari mana.
Kisah semacam itu kerap dialami pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang mulai merambah pasar ekspor atau hanya ingin mengirim barang antarpulau dalam jumlah besar. Untungnya, MAS Cargo Express menyediakan layanan freight forwarding untuk pengiriman cargo ke Malaysia. Layanan dari kami tersebut dirancang untuk menyederhanakan seluruh rangkaian pengiriman barang, mulai dari penjemputan hingga barang sampai ke tangan penerima, tanpa pengirim harus pusing mengurus setiap detail sendirian.
Apa itu Freight Forwarding?
Freight forwarding adalah layanan perencanaan dan koordinasi pengiriman barang, khususnya untuk jarak jauh atau lintas negara. Penyedia layanan ini, yang biasa disebut freight forwarder, bertindak sebagai pihak perantara antara pengirim barang dan berbagai penyedia jasa transportasi, baik itu perusahaan pelayaran, maskapai kargo, maupun operator truk dan kereta api.
Perlu digarisbawahi, freight forwarder bukan pemilik alat transportasi sendiri. Perannya lebih ke arah mengatur rute paling efisien, memilih moda transportasi yang cocok dengan karakteristik barang, mengurus dokumen kepabeanan, hingga memastikan barang terpantau selama perjalanan. Dengan kata lain, freight forwarding hadir sebagai satu pintu yang meringkas proses logistik yang sebenarnya rumit dan melibatkan berbagai pihak.
Bagi pengusaha yang baru merintis ekspansi pasar, keberadaan freight forwarder membuat proses pengiriman terasa jauh lebih ringan. Segala urusan teknis dan administratif diserahkan kepada pihak yang sudah berpengalaman, sehingga pemilik usaha bisa berfokus pada produksi dan pengembangan bisnis.
Perbedaan Freight Forwarding, Ekspedisi dan Kurir
Tiga istilah tersebut kerap tertukar karena sama-sama berurusan dengan pengiriman barang, padahal cakupan layanan dan skala kerjanya cukup berbeda. Berikut gambaran perbandingan ketiganya:
| Aspek | Freight Forwarding | Ekspedisi | Kurir |
|---|---|---|---|
| Skala Pengiriman | Besar, termasuk kontainer dan kargo curah | Menengah, umumnya per kardus atau palet | Kecil, per paket atau dokumen |
| Cakupan Wilayah | Domestik dan lintas negara | Umumnya domestik antarkota atau antarpulau | Domestik, kadang internasional untuk paket kecil |
| Pengurusan Dokumen | Lengkap, termasuk bea cukai ekspor impor | Terbatas pada surat jalan dan resi | Hanya resi pengiriman |
| Moda Transportasi | Laut, udara, darat, atau kombinasi | Umumnya darat, kadang laut | Darat dan udara untuk jarak jauh |
| Contoh Kebutuhan | Ekspor produk UMKM ke luar negeri | Kirim stok barang antarcabang | Kirim satu paket ke pelanggan |
Freight forwarding umumnya menangani pengiriman dalam volume besar dan lintas negara, lengkap dengan pengurusan dokumen ekspor impor. Ekspedisi lebih condong ke pengiriman domestik atau antarpulau dalam skala menengah, sementara kurir fokus pada pengiriman paket kecil untuk kebutuhan harian, termasuk belanja daring.
Bagaimana Cara Kerja Freight Forwarding?
Proses freight forwarding umumnya berjalan melalui beberapa tahap berikut.
- Pemesanan dan Persiapan Barang
Proses dimulai saat pengirim mengajukan permintaan pengiriman dan memberikan rincian barang, mulai dari jenis, berat, lokasi penjemputan, hingga alamat tujuan. Freight forwarder kemudian menentukan rute serta moda transportasi paling efisien dan menghitung estimasi biaya. Setelah disepakati, barang dijemput, diperiksa, lalu dikemas di gudang logistik agar tetap aman selama perjalanan. - Pengurusan Bea Cukai Ekspor
Sebelum meninggalkan negara asal, barang harus melalui pemeriksaan Bea Cukai. Petugas akan memverifikasi sejumlah dokumen seperti invoice, packing list, dokumen pemberitahuan ekspor, dan sertifikat asal barang. Agar tahap ini berjalan lancar, freight forwarder biasanya bekerja sama dengan customs broker yang menguasai seluk beluk kepabeanan. - Pengangkutan dan Pemantauan Barang
Tahap ini menjadi inti dari seluruh proses karena barang mulai berpindah dari negara asal ke negara tujuan. Freight forwarder memilih moda transportasi yang sesuai dengan jarak dan karakteristik barang, lalu memantau posisinya menggunakan teknologi GPS agar setiap kendala bisa segera ditangani. - Pengurusan Bea Cukai Impor
Sesampainya di negara tujuan, barang kembali melalui pemeriksaan Bea Cukai sesuai aturan setempat. Petugas memeriksa legalitas barang serta kelengkapan dokumen. Bila ada biaya impor yang harus dibayarkan, freight forwarder di negara tujuan umumnya membayarkannya lebih dulu, baru kemudian ditagihkan kepada pengirim. - Penanganan Barang di Negara Tujuan
Setelah lolos Bea Cukai, perusahaan transportasi mitra freight forwarder mengumpulkan dan memeriksa dokumen pengiriman serta mengecek kondisi fisik barang. Jika semua sesuai, barang dimuat ke kendaraan untuk dibawa ke gudang impor sebelum diteruskan ke penerima akhir. - Pengiriman ke Alamat Penerima Akhir
Tahap terakhir adalah mengantar barang dari gudang impor menuju alamat penerima. Moda transportasi yang dipakai menyesuaikan jenis barang dan jarak tempuh. Produk beku, misalnya, membutuhkan truk berpendingin, sementara mesin industri berukuran besar memerlukan truk khusus dan alat berat.
Jenis-jenis Freight Forwarding Berdasarkan Moda Transportasi
Freight forwarding terbagi menjadi tiga jenis utama sesuai moda transportasi yang digunakan.
Sea Freight (Pengiriman Laut)
Sea freight mengandalkan kapal kargo dengan sistem kontainer. Jenis ini cocok untuk bahan baku industri, mesin berat, atau barang dalam volume besar. Biayanya relatif terjangkau dibanding moda lain, mampu mengangkut muatan dalam jumlah besar, dan cukup fleksibel untuk berbagai kategori barang, sehingga kerap dipilih perusahaan yang rutin mengirim antarpulau atau antarnegara.
Air Freight (Pengiriman Udara)
Bagi usaha yang mengutamakan kecepatan, air freight jadi pilihan yang tepat. Moda ini memakai pesawat terbang sehingga waktu tempuh jauh lebih singkat, bahkan untuk rute antarnegara. Air freight lazim dipakai untuk barang ringan, bernilai tinggi, dan sensitif terhadap waktu, seperti produk farmasi, perangkat elektronik, perhiasan, atau karya seni.
Land Freight (Pengiriman Darat)
Land freight adalah jenis yang paling sering dipakai sehari hari. Pilihan moda transportasinya beragam, dari motor, van, truk, sampai kereta api. Prosedurnya tergolong sederhana, barang lebih gampang dilacak, dan rutenya fleksibel. Land freight juga umumnya tersedia dalam layanan door-to-door, di mana barang dijemput langsung dari lokasi pengirim dan diantar sampai ke alamat penerima.
Istilah Umum dalam Freight Forwarding yang Perlu Diketahui
Sejumlah istilah teknis kerap muncul saat mengurus pengiriman lewat freight forwarder. Mengenal istilah ini sejak awal membantu pengusaha berkomunikasi lebih lancar dengan pihak forwarder, sekaligus lebih gampang membaca dokumen pengiriman.
| Istilah | Kepanjangan | Keterangan Singkat |
|---|---|---|
| FCL | Full Container Load | Pengiriman memakai satu kontainer penuh khusus untuk satu pengirim |
| LCL | Less than Container Load | Pengiriman berbagi ruang kontainer dengan pengirim lain karena volume barang belum memenuhi satu kontainer |
| B/L | Bill of Lading | Dokumen bukti kepemilikan sekaligus kontrak pengangkutan barang lewat laut |
| AWB | Air Waybill | Dokumen serupa Bill of Lading, tetapi dipakai untuk pengiriman lewat udara |
| Incoterms | International Commercial Terms | Aturan standar internasional yang menetapkan pembagian tanggung jawab, biaya, dan risiko antara penjual dan pembeli dalam pengiriman barang |
Pada FCL dan LCL, istilah tersebut berhubungan langsung dengan perhitungan biaya pengiriman laut. Barang dalam volume kecil biasanya lebih hemat lewat skema LCL, sementara volume besar lebih efisien memakai skema FCL karena tarifnya dihitung per kontainer, bukan per kubikasi barang.
Faktor yang Memengaruhi Biaya Freight Forwarding
Besaran biaya freight forwarding tidak pernah seragam karena dipengaruhi sejumlah variabel berikut.
- Berat dan Volume Barang
Sebagian besar tarif dihitung dari berat aktual atau berat volumetrik, tergantung mana yang lebih besar. - Jarak dan Rute Pengiriman
Semakin jauh rute atau semakin banyak titik transit yang dilalui, biasanya semakin tinggi pula biayanya. - Moda Transportasi yang Dipilih
Air freight umumnya lebih mahal dibanding sea freight, tetapi jauh lebih cepat sampai tujuan. - Jenis dan Karakteristik Barang
Barang berbahaya, mudah rusak, atau memerlukan penanganan khusus seperti pendinginan biasanya dikenakan biaya tambahan. - Musim Pengiriman
Menjelang hari besar atau musim belanja, permintaan ruang kontainer dan pesawat kargo meningkat sehingga tarif cenderung naik. - Biaya Kepabeanan dan Asuransi
Bea masuk, pajak impor, serta premi asuransi barang turut menambah komponen biaya total.
Karena sejumlah variabel di atas saling memengaruhi, freight forwarder yang kredibel biasanya memberi simulasi biaya lebih dulu sebelum pengiriman berjalan, sehingga pengusaha bisa memperkirakan anggaran logistik dengan lebih akurat.
Manfaat Freight Forwarding bagi Pelaku UMKM
Bagi pelaku UMKM yang ingin memperluas jangkauan pasar, freight forwarding menawarkan sejumlah keuntungan berikut.
- Efisiensi Waktu dan Tenaga
Pengirim tak perlu mengurus sendiri setiap tahap pengiriman, mulai dari dokumen hingga penjadwalan transportasi, karena semua sudah ditangani freight forwarder. - Biaya Lebih Terkendali
Freight forwarder biasanya punya jaringan luas dengan perusahaan pelayaran, maskapai, dan operator truk, sehingga bisa menegosiasikan tarif yang lebih bersaing dibanding pengirim yang mengurus sendiri. - Dokumen Kepabeanan Lebih Rapi
Urusan bea cukai ekspor maupun impor kerap membingungkan, apalagi bagi pengusaha yang baru pertama kali mengirim barang ke luar negeri. Freight forwarder membantu memastikan seluruh dokumen lengkap dan sesuai aturan. - Barang Lebih Terpantau
Dengan sistem pelacakan berbasis GPS, posisi barang bisa dicek kapan saja, sehingga pengirim maupun penerima merasa lebih tenang selama proses pengiriman berlangsung. - Akses ke Pasar yang Lebih Luas
Jaringan freight forwarder yang tersebar di berbagai negara membuka peluang bagi UMKM untuk menjangkau pembeli di wilayah yang sebelumnya sulit dijangkau sendiri.
Legalitas dan Regulasi Freight Forwarding di Indonesia
Sisi legalitas jadi salah satu penanda kredibilitas penyedia jasa freight forwarding, sekaligus sinyal keamanan bagi pengirim barang. Berikut sejumlah aspek legal yang layak diketahui.
Surat Izin Usaha Jasa Pengurusan Transportasi (SIUJPT)
Izin ini menjadi syarat utama bagi badan usaha yang bergerak di bidang Jasa Pengurusan Transportasi atau freight forwarding, dengan klasifikasi lapangan usaha KBLI 52291. SIUJPT diterbitkan lewat sistem Online Single Submission (OSS) setelah perusahaan memenuhi sejumlah syarat, mulai dari legalitas badan usaha, tenaga ahli bersertifikat, hingga sarana operasional yang memadai.
Pengusaha Pengurusan Jasa Kepabeanan (PPJK)
Izin ini berbeda dari SIUJPT dan khusus diperlukan bagi pihak yang mengurus dokumen serta kewajiban bea cukai atas nama importir atau eksportir. Freight forwarder yang turut menyediakan layanan kepabeanan biasanya mengantongi izin ini atau bekerja sama dengan PPJK berlisensi resmi dari Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Keanggotaan Asosiasi Logistik
Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (ALFI/ILFA), yang dulu dikenal dengan nama Gafeksi, menjadi wadah resmi bagi pelaku usaha di bidang forwarding dan logistik di Indonesia. Keanggotaan pada asosiasi ini kerap dijadikan salah satu indikator kredibilitas oleh pengguna jasa.
Memeriksa kelengkapan izin usaha semacam ini sebelum bekerja sama dengan sebuah freight forwarder membantu pengirim terhindar dari risiko keterlambatan pengiriman akibat masalah administratif, bahkan potensi sengketa di kemudian hari.
Tips Memilih Jasa Freight Forwarding yang Tepat untuk Usaha
Memilih mitra freight forwarding tidak bisa sembarangan, apalagi bila menyangkut barang bernilai tinggi atau pengiriman rutin dalam skala besar. Berikut beberapa hal yang layak dicermati sebelum menjatuhkan pilihan.
- Legalitas dan Izin Usaha
Pastikan freight forwarder mengantongi SIUJPT serta terdaftar sebagai anggota asosiasi logistik resmi seperti ALFI/ILFA. - Jaringan dan Cakupan Layanan
Freight forwarder dengan jaringan luas biasanya lebih siap menangani rute pengiriman yang kompleks, termasuk ke wilayah terpencil. - Pengalaman di Bidang Terkait
Rekam jejak dalam menangani jenis barang yang sama, misalnya produk makanan, tekstil, atau elektronik, jadi indikator kesiapan forwarder tersebut menghadapi tantangan spesifik. - Transparansi Biaya
Freight forwarder yang kredibel akan memberi rincian biaya secara jelas sejak awal, tanpa biaya tersembunyi di tengah proses. - Layanan Pelacakan Real-Time
Fitur pelacakan yang mudah diakses membantu pengirim memantau status barang tanpa harus terus menerus menghubungi customer service. - Responsivitas Tim Layanan
Komunikasi yang cepat dan jelas jadi penentu ketika muncul kendala di tengah perjalanan barang.
Percayakan MAS Cargo Express Sebagai Mitra Logistik Usaha
MAS Cargo Express hadir sebagai penyedia jasa freight forwarding yang berpengalaman menangani pengiriman darat, laut, maupun udara untuk kebutuhan bisnis dari skala kecil hingga besar. Tim operasional yang terbiasa mengurus dokumen ekspor impor, ditambah jaringan mitra transportasi yang luas, membuat proses pengiriman berjalan lebih terstruktur dan minim hambatan.
Bagi pelaku UMKM yang tengah merintis pasar ekspor atau hanya ingin mengirim barang antarpulau dengan lebih praktis, MAS Cargo Express menawarkan pendampingan dari tahap perencanaan rute, pengurusan bea cukai, sampai barang tiba di tangan penerima. Setiap tahap dikerjakan dengan standar operasional yang jelas, sehingga pengusaha bisa fokus mengembangkan produk tanpa terbebani urusan logistik yang rumit.
Layanan konsultasi pengiriman juga tersedia bagi pengusaha yang masih ragu menentukan moda transportasi paling sesuai untuk jenis barang tertentu. Dengan pendekatan yang disesuaikan kebutuhan tiap pelanggan, MAS Cargo Express berupaya menjadi mitra logistik yang bisa diandalkan dalam jangka panjang, baik untuk pengiriman sesekali maupun rutin.
Bagi pengusaha yang ingin menghitung estimasi tarif atau berdiskusi soal rute pengiriman domestik dan internasional yang paling sesuai, tim MAS Cargo Express siap dihubungi kapan saja untuk konsultasi lebih lanjut.
Pertanyaan yang Sering Diajukan seputar Freight Forwarding
- Apa itu freight forwarding secara sederhana?
Freight forwarding adalah layanan yang mengatur seluruh proses pengiriman barang, mulai dari pemilihan moda transportasi, pengurusan dokumen, sampai barang diterima di tujuan, tanpa pengirim harus menangani setiap tahap sendirian. - Apa beda freight forwarder dengan shipping line atau maskapai kargo?
Shipping line dan maskapai kargo adalah pemilik alat transportasi, sedangkan freight forwarder berperan sebagai perantara yang menyewa ruang kargo dari pihak tersebut dan mengatur seluruh proses pengiriman atas nama pengirim barang. - Berapa lama proses pengiriman lewat freight forwarding?
Durasi pengiriman bergantung pada moda transportasi dan rute yang dipilih. Sea freight umumnya memakan waktu beberapa minggu, sementara air freight bisa selesai dalam hitungan hari. - Apakah UMKM dengan volume kecil tetap bisa memakai freight forwarding?
Bisa. Skema LCL memungkinkan pengiriman barang dalam volume kecil tetap diangkut lewat freight forwarding tanpa harus menyewa satu kontainer penuh. - Apakah freight forwarder juga menangani asuransi barang?
Sebagian besar freight forwarder menawarkan opsi asuransi barang sebagai perlindungan tambahan selama proses pengangkutan, meski detail cakupannya perlu dicek langsung ke masing-masing penyedia jasa.


Perusahaan Telah Percaya dengan Layanan Mas Cargo Express
Review Pelanggan Mas Cargo Express