Arti picking adalah proses pengambilan barang gudang sesuai pesanan pelanggan. Tahap tersebut menjadi langkah awal sebelum barang masuk ke proses packing dan pengiriman melalui jasa ekspedisi. Bagi pemilik bisnis e-commerce serta manajer operasional, akurasi pada tahap awal tersebut menentukan kecepatan pesanan siap kirim ke berbagai wilayah di Indonesia.
Proses pengambilan barang di gudang tidak berdiri sendiri. Ketepatan memilih, menghitung, dan menyusun barang sebelum dikirim turut memengaruhi performa pengiriman skala besar.
Apa Arti Picking dalam Manajemen Gudang?
Proses pengambilan barang gudang atau picking berperan sebagai penghubung antara stok fisik dengan pesanan pelanggan. Setiap sistem manajemen gudang atau warehouse management system menyediakan fitur picking untuk mempercepat serta menjaga akurasi proses tersebut.
Kesalahan pada tahap pengambilan barang berdampak langsung pada proses pengiriman. Barang yang salah ambil, tertukar, atau kurang jumlah akan menghambat pengemasan sekaligus menurunkan kepuasan pelanggan terhadap layanan pengiriman.
Bagi tim gudang, proses pengambilan barang yang tersusun rapi membantu pengelolaan stok, mempercepat pemrosesan pesanan, serta menjaga hubungan baik dengan penyedia jasa cargo yang menangani pengiriman ke luar kota.
Jenis-jenis Picking yang Diterapkan di Gudang
Terdapat beberapa metode pengambilan barang gudang yang dapat disesuaikan dengan skala bisnis serta jumlah pesanan harian:
- Picker to Goods: Petugas gudang mendatangi lokasi penyimpanan sesuai pesanan yang masuk. Metode tersebut umum ditemukan pada gudang berskala kecil, meski kurang efisien untuk volume pesanan tinggi.
- Pick to Order (Order Picking): Petugas mengambil barang sesuai satu pesanan penuh dalam satu kali perjalanan. Metode tersebut meminimalkan penanganan berulang sejak barang keluar dari rak hingga siap dikirim.
- Batch Picking: Beberapa pesanan diproses sekaligus dalam satu perjalanan pengambilan. Barang kemudian dipisahkan sesuai pesanan masing-masing setelah sampai di area packing.
- Zone Picking: Area gudang dibagi menjadi beberapa zona dengan petugas khusus pada tiap zona. Setiap petugas hanya mengambil barang pada zona yang menjadi tanggung jawabnya.
- Cluster Picking: Beberapa pesanan diambil sekaligus dalam satu perjalanan menggunakan wadah terpisah. Setiap wadah mewakili satu pesanan berbeda agar tidak tertukar.
- Wave Picking: Pengambilan barang dijadwalkan pada waktu tertentu, misalnya menyesuaikan jadwal penjemputan armada ekspedisi. Metode tersebut membantu gudang mengatur ritme kerja harian.
- Goods to Picker: Sistem otomatis membawa barang menuju petugas tanpa perlu berkeliling gudang. Metode tersebut umum diterapkan pada gudang berskala besar dengan volume pesanan tinggi.
Pemilihan metode yang tepat bergantung pada luas gudang, jumlah petugas, serta volume pesanan yang diterima setiap hari.
Posisi Picking dalam Alur Kerja Gudang Secara Menyeluruh
Proses pengambilan barang tidak berdiri sendiri di dalam gudang. Tahap tersebut merupakan satu mata rantai dari keseluruhan alur kerja pergudangan, mulai dari barang masuk hingga siap dikirim ke pelanggan.
Susunan alur kerja tersebut dapat dilihat pada tabel berikut:
| Tahap | Deskripsi Singkat |
|---|---|
| Receiving | Penerimaan barang dari pemasok, termasuk pengecekan jumlah dan kondisi fisik barang. |
| Putaway | Penempatan barang ke lokasi rak atau area penyimpanan sesuai kategori. |
| Storage | Penyimpanan barang hingga menunggu pesanan masuk dari pelanggan. |
| Picking | Pengambilan barang dari rak sesuai daftar pesanan yang perlu dipenuhi. |
| Packing | Pengemasan barang yang telah diambil agar siap dikirim melalui jasa ekspedisi. |
| Replenishment | Pengisian ulang stok pada rak pengambilan agar proses picking berikutnya tidak terhambat. |
| Shipping | Penyerahan barang ke armada pengangkut menuju alamat tujuan pelanggan. |
Posisi picking berada tepat setelah storage dan sebelum packing. Kelancaran pada tahap tersebut menentukan seberapa cepat barang berpindah menuju proses pengemasan serta pengiriman.
Proses Picking untuk Kiriman Cargo Berskala Besar (Pallet dan LTL/FTL)
Pengambilan barang pada gudang cargo berskala besar memiliki karakter berbeda dibanding parcel kecil bisnis e-commerce. Barang bervolume besar umumnya disusun dalam bentuk pallet serta memerlukan alat bantu angkut tersendiri.
Istilah LTL atau Less than Truckload merujuk pada pengiriman dengan muatan belum memenuhi satu truk penuh, sehingga proses pengambilan barang perlu digabung dengan kiriman lain menuju rute yang sama. Sementara itu, FTL atau Full Truckload berarti satu armada terisi penuh oleh kiriman dari satu pengirim saja.
Sejumlah hal berikut membedakan proses pengambilan barang cargo besar dari parcel kecil:
- Penggunaan Alat Angkut Khusus: Forklift maupun pallet jack diperlukan untuk memindahkan barang bervolume besar dari rak menuju area muat.
- Penjadwalan Dok Muat (Dock Scheduling): Waktu pengambilan barang perlu disesuaikan dengan jadwal kedatangan truk agar proses muat tidak menumpuk pada satu waktu.
- Perhitungan Kapasitas Muatan: Petugas gudang perlu memastikan volume serta berat barang sesuai kapasitas armada, baik untuk skema LTL maupun FTL.
- Dokumen Pengiriman Tambahan: Barang cargo besar umumnya memerlukan surat jalan serta manifest muatan yang lebih rinci dibanding kiriman parcel kecil.
Perbedaan tersebut membuat gudang dengan volume kiriman cargo besar memerlukan perencanaan pengambilan barang yang lebih matang, terutama saat melayani rute jarak jauh menuju luar Pulau Jawa.
Tahapan Proses Picking Sebelum Barang Dikirim ke Ekspedisi
Proses pengambilan barang gudang umumnya melalui beberapa tahapan sebelum sampai ke meja packing dan siap diserahkan ke jasa ekspedisi. Tahapan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut:
- Penerimaan Daftar Pesanan: Sistem gudang menerima daftar pesanan dari platform penjualan, lalu mengelompokkan pesanan berdasarkan lokasi rak penyimpanan.
- Penentuan Rute Pengambilan: Petugas gudang menyusun rute perjalanan paling efisien menuju lokasi barang agar waktu pengambilan singkat.
- Pengambilan dan Pemindaian Barang: Barang diambil dari rak, lalu dipindai menggunakan barcode scanner agar sesuai dengan data pesanan.
- Verifikasi Jumlah dan Kondisi Barang: Petugas memeriksa jumlah serta kondisi fisik barang sebelum diteruskan ke area packing.
- Serah Terima ke Bagian Packing: Barang yang sudah terverifikasi diserahkan ke tim packing untuk dikemas sesuai standar pengiriman.
Alur kerja tersebut membentuk rantai proses yang saling terhubung. Satu tahap yang terlewat dapat memperlambat seluruh proses pengiriman pada hari yang sama.
Strategi Efisiensi Picking untuk Mendukung Kecepatan Pengiriman
Efisiensi pengambilan barang gudang tidak muncul secara instan. Sejumlah strategi berikut dapat diterapkan agar proses tersebut berjalan cepat sekaligus akurat:
- Penataan Rak yang Sistematis: Barang dikelompokkan berdasarkan kategori serta frekuensi pemesanan agar mudah ditemukan petugas.
- Pengaturan Tinggi dan Jarak Rak: Rak disusun pada ketinggian ideal dengan jarak cukup lebar agar petugas leluasa bergerak sekaligus mengurangi risiko cedera.
- Pelatihan Ketelitian Petugas: Petugas gudang perlu dibekali pelatihan berkala agar mampu memverifikasi pesanan tanpa kesalahan pengambilan.
- Penggunaan Alat Pemindai Barcode: Barcode scanner mempercepat proses pencocokan data barang dengan pesanan sekaligus mengurangi kesalahan manual.
- Pemanfaatan Aplikasi Manajemen Gudang: Aplikasi berbasis mobile membantu petugas menerima notifikasi pesanan, lokasi rak, serta jumlah wadah yang perlu disiapkan secara real time.
Kombinasi kelima strategi tersebut membuat proses pengambilan barang berjalan lebih terukur, terutama pada periode pesanan sedang tinggi seperti musim belanja daring.
Teknologi Pendukung Proses Pengambilan Barang selain Barcode Scanner
Barcode scanner bukan satu-satunya alat bantu pada proses pengambilan barang gudang modern. Sejumlah teknologi berikut turut digunakan untuk mempercepat serta menjaga akurasi proses tersebut:
| Teknologi | Cara Kerja Singkat |
|---|---|
| Pick to Light | Lampu indikator menyala pada rak yang berisi barang pesanan sehingga petugas langsung mengetahui lokasi pengambilan. |
| Voice Picking | Petugas menerima instruksi lokasi dan jumlah barang melalui headset, sehingga kedua tangan tetap bebas untuk mengambil barang. |
| RFID (Radio Frequency Identification) | Tag elektronik pada barang terbaca otomatis oleh sensor tanpa perlu pemindaian manual satu per satu. |
| WMS Mobile | Aplikasi pada perangkat genggam menampilkan rute pengambilan, lokasi rak, serta status pesanan secara real time. |
Kombinasi teknologi tersebut dengan barcode scanner membantu gudang berskala besar menekan waktu pengambilan barang sekaligus mengurangi kesalahan akibat pencatatan manual.
Metrik untuk Mengukur Efisiensi Proses Picking
Efisiensi proses pengambilan barang perlu diukur menggunakan parameter yang terukur agar evaluasi kinerja gudang berjalan berbasis data yang akurat. Sejumlah metrik berikut umum digunakan untuk menilai performa proses tersebut:
| Metrik | Definisi | Cara Menghitung |
|---|---|---|
| Pick Rate | Jumlah item yang berhasil diambil petugas dalam satu jam kerja. | Total item diambil dibagi total jam kerja. |
| Order Accuracy Rate | Persentase pesanan yang diambil tanpa kesalahan jumlah maupun jenis barang. | Jumlah pesanan akurat dibagi total pesanan, dikali seratus persen. |
| Pick Time per Order | Rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan satu pesanan pengambilan. | Total waktu pengambilan dibagi jumlah pesanan yang diselesaikan. |
| Order Fill Rate | Persentase pesanan yang terpenuhi penuh tanpa kendala stok kosong. | Jumlah pesanan terpenuhi dibagi total pesanan yang masuk, dikali seratus persen. |
Pemantauan keempat metrik tersebut secara berkala membantu tim operasional menemukan titik hambatan pada proses pengambilan barang sebelum berdampak pada jadwal pengiriman.
Pengaruh Proses Picking terhadap Ketepatan Pengiriman Cargo
Proses pengambilan barang gudang yang rapi berdampak langsung pada ketepatan waktu pengiriman skala besar. Barang yang terverifikasi dengan benar sejak awal akan mempercepat proses muat ke armada pengangkut menuju berbagai kota.
Kesalahan kecil pada tahap pengambilan barang dapat merembet menjadi keterlambatan pengiriman, terutama untuk rute jarak jauh dari Jakarta menuju Sumatra, Kalimantan, hingga kawasan timur Indonesia.
Dalam layanan rute ekspedisi Jakarta Bali, kami menerapkan koordinasi ketat antara tim gudang dan jadwal keberangkatan armada agar barang yang selesai proses pengambilan langsung masuk ke jalur pengiriman tanpa penundaan berarti. Koordinasi tersebut membuat estimasi waktu tiba barang lebih terjaga meski volume pesanan sedang tinggi.
Sebagai contoh, gudang mitra dengan rata-rata pengiriman 500 paket harian pada rute Jakarta menuju Bali mampu memangkas waktu pengambilan barang dari sekitar 45menit menjadi 20 menit per batch, setelah menerapkan zonasi rak serta pemindai barcode yang terhubung langsung dengan jadwal keberangkatan armada.
Penurunan waktu tersebut berdampak pada estimasi waktu tiba yang lebih konsisten bagi pelanggan di wilayah Bali, sekaligus mengurangi antrean barang pada area muat saat volume pesanan meningkat.
Kolaborasi antara gudang dan penyedia jasa cargo perlu berjalan selaras. Jadwal penjemputan yang konsisten membantu tim gudang menetapkan target waktu penyelesaian pengambilan barang setiap hari.
Kesalahan Umum dalam Proses Picking yang Perlu Dihindari
Sejumlah kesalahan berikut sering ditemukan pada gudang dengan sistem pengambilan barang yang belum tertata:
- Rak Tanpa Label Jelas: Petugas kesulitan menemukan lokasi barang sehingga waktu pengambilan menjadi lebih lama.
- Pencatatan Stok Manual: Pencatatan tanpa sistem digital rentan menimbulkan selisih data antara stok fisik dan stok pada sistem penjualan.
- Minim Pelatihan Petugas Baru: Petugas yang belum terlatih berisiko salah ambil barang, terutama pada produk dengan varian serupa.
- Tidak Ada Prioritas Pesanan: Pesanan yang masuk lebih awal seharusnya diproses lebih dulu agar waktu pengiriman tetap sesuai jadwal keberangkatan armada.
Perbaikan pada titik-titik tersebut dapat menekan risiko keterlambatan sejak dari gudang, sebelum barang berpindah tangan ke penyedia jasa ekspedisi.
Tips Memilih Mitra Cargo yang Mendukung Proses Pengambilan Barang Efisien
Pemilihan mitra logistik turut memengaruhi kelancaran proses gudang secara keseluruhan. Sejumlah aspek berikut dapat menjadi pertimbangan sebelum menetapkan penyedia jasa cargo untuk pengiriman rutin:
- Jadwal Penjemputan yang Fleksibel
Penyedia jasa cargo dengan jadwal penjemputan teratur membantu tim gudang menyusun target waktu pengambilan barang harian. - Sistem Pelacakan Real Time
Fitur pelacakan memudahkan pemilik bisnis memantau status pengiriman sejak barang keluar dari gudang hingga sampai ke tujuan. - Jangkauan Rute yang Luas
Cakupan pengiriman ke berbagai provinsi memudahkan bisnis e-commerce melayani pelanggan dari berbagai wilayah tanpa hambatan logistik. - Kesesuaian Kapasitas Armada
Armada dengan kapasitas sesuai volume barang mengurangi risiko keterlambatan akibat kekurangan ruang muat.
Kesesuaian antara ritme kerja gudang dan jadwal ekspedisi menjadi penentu utama kelancaran pengiriman jarak jauh, khususnya untuk rute dari Jakarta ke seluruh Indonesia.
Konsultasikan Kebutuhan Pengiriman Cargo ke MAS Cargo Express
Proses pengambilan barang yang efisien di gudang akan optimal apabila didukung jadwal pengiriman yang sesuai kebutuhan bisnis. Tim MAS Cargo Express siap membantu menyusun jadwal penjemputan serta rute pengiriman dari Jakarta menuju seluruh wilayah Indonesia.
Konsultasi dapat dilakukan untuk menyesuaikan kapasitas armada, estimasi waktu tiba, maupun skema pengiriman LTL atau FTL sesuai volume barang yang dikirim setiap hari.
Pertanyaan seputar Proses Picking di Gudang
- Apa bedanya picking dan packing?
Proses pengambilan barang atau picking berfokus pada pengambilan barang dari rak sesuai pesanan. Sementara itu, packing merupakan tahap pengemasan barang yang telah diambil agar siap dikirim melalui jasa ekspedisi. - Berapa lama waktu ideal untuk satu kali proses picking?
Waktu pengambilan barang bergantung pada jarak rak, jumlah item per pesanan, serta metode picking yang diterapkan gudang. Gudang dengan tata letak rapi serta alat pemindai umumnya mampu memangkas waktu pengambilan secara signifikan. - Apakah picking memengaruhi biaya pengiriman?
Proses pengambilan barang yang lambat dapat menambah waktu tunggu sebelum barang siap dikirim, sehingga berpotensi menggeser jadwal keberangkatan armada. Efisiensi pada tahap tersebut membantu menjaga biaya operasional pengiriman tetap terkendali. - Siapa yang bertanggung jawab atas proses picking di gudang?
Tanggung jawab tersebut umumnya berada pada tim operasional gudang, mulai dari petugas pengambil barang hingga penyelia yang mengawasi ketepatan jumlah dan kondisi barang sebelum diserahkan ke bagian packing.



Perusahaan Telah Percaya dengan Layanan Mas Cargo Express
Review Pelanggan Mas Cargo Express